pintu kayu

24 October 2018

pasti engkau sedang merenung pintu bilik engkau
yang sudah tidak ada seseorang mengetuk-ngetuk kayunya

pasti engkau sedang merenung syiling bilik engkau yang berdiam
dan kau tertanya-tanya "mengapa terus diam?"

pasti engkau sedang bertanya,
ke mana silap engkau?
ke mana salahnya?

pasti engkau sedang menghitung setiap khilaf engkau
yang bisa engkau pusingkan kembali
untuk mencantasnya dan menciptakan sesuatu semula

kelip-kelip,
pergikan pada dia
dan ceritakan tentang saya

pintu kayu itu
yang memisahkan engkau dan aku

masih ingatkah engkau ketika aku berbaring di ruang tamu?
masih ingatkah engkau suara nyanyian aku mengituk-ngituk kayu itu?

Pintu kecil,
saksikan aku mengerdil

aku ingin kembali di sofa hitam itu
takkan ku jejakkan kaki ke bilik itu
biarkan dia sendiri dengan kabus biru

tidak semua cinta itu
akan berakhir di dalam rangkul 'engkau dan aku'

maka pintu kayu dudukkan kau di situ
dan bisikkan pada dia
aku tidak akan lagi berada di depan sana
mengetuk-ngetuk untuk berbicara sama dia

wahai pintu kayu,
diam saja
meski pun airmata dia
menghulur dan menghunus jiwa saya



hai pintu kayu, diamkan saja
kalau ditanya di mana aku wahai pintu kayu, biarkan saja
cinta ini antara aku dan dia tidak mungkin, tidak mungkin saja

wahai pintu kayu, diamkan
kalau ditanya, kau diamkan
kalau ditengking, engkau biarkan
kalau dipecah pun, diamkan!

tidak semua cinta itu akan menjadi nyata
tidak semua rasa di dalam hati menjadi milik beta
aku serahkan jiwa aku pada angin bayu malam itu
nyawa aku dimamah lagu yang sayu

diamkan
diamkan
diamkan

biarkan dia dengan kunang-kunang itu
biarkan dia tidur tiada aku.


Fadzrin. 23. am the person who observe and speak with my mind. suka bajet comel and derp from malaysia, with love.